Keutamaan Berukhuwah Saling Mencintai Karena Allah (2)
18.46
Bismillah, was shalatu was salamu 'ala Rasulillah. Amma ba'du
Pembahasan selanjutnya:
2. Memohonkan syafa'at-Nya di surga kelak.
Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dalam hadis yang panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat:
Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat.
Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab: "Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.
" Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.
Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, "Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa."
Allah berfirman, "Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar."
Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka.
Kemudian mereka melapor,
"Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…" (HR. Muslim no. 183)
Memahami hadis ini, Imam Hasan al-Bashri menasehatkan,
"Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat."
Imam Ibnul Jauzi menasehatkan kepada teman-temannya, "Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah.
Ucapkan: 'Wahai Tuhan kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau. Maka, masukkanlah bersama kami di Surga-Mu'." Kemudian beliau menangis.
Oleh: Ustadz Abu Yahya Ammi Nur Baits (Alumni Madinah International University)
Artikel RohisKarimun08.blogspot.com
Pembahasan selanjutnya:
2. Memohonkan syafa'at-Nya di surga kelak.
Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dalam hadis yang panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat:
Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat.
Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab: "Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.
" Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.
Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, "Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa."
Allah berfirman, "Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar."
Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka.
Kemudian mereka melapor,
"Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…" (HR. Muslim no. 183)
Memahami hadis ini, Imam Hasan al-Bashri menasehatkan,
"Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat."
Imam Ibnul Jauzi menasehatkan kepada teman-temannya, "Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah.
Ucapkan: 'Wahai Tuhan kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau. Maka, masukkanlah bersama kami di Surga-Mu'." Kemudian beliau menangis.
Oleh: Ustadz Abu Yahya Ammi Nur Baits (Alumni Madinah International University)
Artikel RohisKarimun08.blogspot.com
0 comments